Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKaum MudaNasionalPolitik

KBM FISIPOL UNTAN : Aksi Turun ke Jalan Tolak Revisi UU Pilkada oleh DPR

×

KBM FISIPOL UNTAN : Aksi Turun ke Jalan Tolak Revisi UU Pilkada oleh DPR

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Bau keringat bercampur wangi parfum yang campur aduk dari kumpulan massa tercium santer. Kepulan asap hitam dari ban yang terbakar terlihat membumbung tinggi, seperti jelaga raksasa. Ratusan massa dengan tampilan skena, jeans belel hingga baju necis masuk dalam berpadu dalam gerakan yang sama sore itu.

Example 300x600

 

Gelapnya awan bercampur dengan air rintik-rintik hujan, semakin membuat suasana begitu dingin, namun tatapan yang begitu tajam dan haus akan kemenangan atas rakyat begitu membakar semangat juang para mahasiswa FISIP yang melakukan aksi demonstrasi pada hari jumat lepas.

 

Di depan mereka berdiri tembok yang begitu tinggi dan kokoh yang baru beberapa bulan di ganti. Hal ini mempertegas sekali lagi bahwa DPR merupakan lembaga yang tidak sama sekali mengindahkan suara raykat yang menjerit melerit mencari kebebasan. Dibalik tembok itu tatapan tajam aparat muda seumuran mereka turut mengawasi. Mereka menatap rekan-rekan seusianya yang menyampaikan orasi. Orasi menentang pengesahan RUU Pilkada oleh DPR.

 

“Saya tergugah melihat kondisi hari ini, negara kita sedang tak baik-baik saja, dan saya harus ikut turun menyampaikan pendapat”, ujar Sarah, mahasiswi FISIP yang hari itu mengenakan slayer merah. “Kita harus desak DPR dukung keputusan MK yang menjadi puncak pemutus konstitusi, agar apa demokrasi kita tak dimatikan”, tambah rekannya Cindy sambil membetulkan kaca mata minusnya.

 

Teriakan dari toa yang berwarna putih dibalut dengan slayer kebanggaan Kampoes Biru, menyanyikan lagu kebangsaan mahasiswa seperti Mars Mahasiswa, Buruh Tani dan Lagu Mahasiswa khusus FISIP  seperti Tempoyak, Nyali Kecik dan Muke Sapi semakin membakar semangat para demonstran yang pada hari itu turun ke jalan.

 

Menteri Pergerakan dan Advokasi BEM FISIP UNTAN, Pebrian Adit memimpin rombongan FISIP hingga sampai di depan gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Sesampainya di sana, rombongan dari FISIP disambut oleh para demonstrans yang telah sampai lebih dahulu dari pagi.

Agif Prayoga, selaku Wakil Presiden Mahasiswa BEM FISIP UNTAN, memimpin orasi di depan Angela Framelco, Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat. Agif Prayoga mewakili suara dari BEM FISIP UNTAN, ingin Bu Angela turun bersama mahasiswa untuk berdialog secara langsung di depan mahasiswa.

Namun, berat bagi bu Angela untuk mengindahkan permintaan dari BEM FISIP UNTAN, dan memilih untuk melakukan mediasi tertutup di dalam gedung DPRD Provinsi. Takutnya ketika dilakukan mediasi di dalam, justru menimbulkan pertanyaan bagi pada demonstran yang melakukan aksi pada hari itu.

 

Ketua BEM FISIP UNTAN dan Perwakilan BEM UNTAN sempat di tahan oleh aparat polisi saat mencoba ikut masuk ke dalam gedung DPRD, hal ini menimbulkan pertanyaan dan spekulasi massa aksi saat itu terhadap pihak dewan dan kepolisian kenapa hanya sebagian dari perwakilan massa aksi yang dapat mengikuti mediasi tersebut.

 

Setelah 3 orang perwakilan dari BEM KBM FISIP UNTAN masuk ke dalam ruangan, sempat terjadi dialog panas antara Menteri Pergerakan dan Advokasi BEM FISIP UNTAN, Pebrian Aditya yang menyayangkan dewan perwakilan untuk melakukan audiensi tertutup sedangkan massa aksi sedang ditimpa dengan hujan yang deras, menunggu jawaban dari dewan yang terhormat.

 

Namun Perwakilan BEM FISIP UNTAN memilih walk out dari ruangan dan memilih untuk melakukan orasi di depan gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat dengan menyuarakan “Janji Mahasiswa” secara lantang hingga bergema di seluruh penjuru khatulistiwa. (Dimas Mamuraja, 2024).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *