Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKaum MudaNasionalOpini

Gen Z : Bacalah Berita Secara Utuh!

×

Gen Z : Bacalah Berita Secara Utuh!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gen Z, merupakan sebutan yang sering kali di dengar untuk menyebutkan sebuah generasi yang lahir pada kisaran tahun 1997 hingga 2012. Gen Z dikalangan anak muda khususnya pada pertemanan saya pribadi berisikan orang-orang yang ambius namun takut untuk mencoba, rasa malas yang begitu luar biasa, literasi terhadap buku yang kurang dan lain sebagainya.

Namun dibalik kekurangannya, tentu generasi ini juga memiliki keunggulan. Beberapa  keunggulan dari generasi ini diantaranya mudah beradaptasi dengan teknologi modern seperti kamera, laptop dan peralatan elektronik beserta program-program canggih lainnya. Kali ini, saya akan mencoba memberikan autokritik pada generasi ini dimana saya menjadi bagiannya.

Example 300x600

Hal ini merujuk pada kecenderungan gen z menyimpulkan sebuah berita hanya dengan membaca headline ataupun melihat foto dari sebuah artikel atau berita. Sering mereka membuat opini tanpa membaca dan menganalisanya. Disinilah perlunya kekritisan kita sebagai generasi Z menelaah sebuah artikel atau berita dengan terlebih dahulu membacanya secara tuntas dan melihat fakta dan data yang dipaparkan.

memaparkan sebuah kenyataan yang di rasakan oleh generasi ini dalam mencerna dan menelaah berita yang ada di social media pada saat ini, yang berkaitan dengan kritis membaca dan juga ketidakingin-tahuan mereka terhadap kebenaran berita yang mereka baca.

Beberapa media social saat ini, khususnya yang berbasis pada berita, menggunakan tag headline yang merangkum isi daripada berita yang akan disampaikan. Menurut saya, media ini menggunakan hal seperti itu karena dikarenakan lebih menjual dan juga lebih digemari masyarakat luas terutama Gen Z, yang hanya membaca sekilas tanpa mencari tahu terlebih dahulu kebenaran dari berita tersebut.

Kritis membaca yang memprihatinkan ini, takutnya akan mempengaruhi bagaimana anak muda zaman sekarang menyerap informasi baik dalam maupun luar negeri. Terlebih lagi, pada masa sekarang, perkembangan teknologi yang begitu luar biasa majunya. AI (Artificial Intelligence) sekarang mulai digunaka untuk keperluan seperti membuat video animasi, music, bahkan lukisan atau foto.

Menurut UNESCO, Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, yang berarti minat baca di Indonesia sangatlah rendah, namun kebiasaan yang paling sering dilakukan oleh orang Indonesia yaitu sering menuangkan unek-unek mereka di social media, seperti memprovokasi, hate speech, dan lain-lain. Minat baca yang rendah, namun penggunaan gadget yang luar biasa di batas wajar menjadikan hal ini bagi saya pribadi cukup memprihatinkan.

Tak segan, mereka akan menyerang salah satu akun media social seseorang hingga memblokir dan melaporkan akun orang tersebut, sehingga orang yang terkena imbasnya ini tidak bisa mengakses akun media socialnya.

Titik di mana saya mulai merasa resah adalah ketika berita bahwa Thailand akan meresmikan pernikahan sesama jenis atau lebih kita ketahui dengan istilah LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender). Media berita dari negara kita membuat judul berita yang menyatakan bahwa Thailand secara resmi meresmikan pernikahan sesama jenis ini.

Tetapi fakta yang sebenenarnya terjadi malah berbicara sebaliknya. Menurut Kompas.com Thailand selangkah lebih dekat untuk dapat meresmikan pernikahan sesama jenis, senat Thailand memberikan suara penuh untuk dapat menyetujui sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan melegalkan pernikahan sesama jenis ini.

RUU ini di proses oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Thailand tepat sebelum sesi parlemen berakhir pada bulan April lalu, dengan persetujuan 400 dari 415 anggota yang hadir pada rapat saat itu. Bahkan faktanya, setelah tanda tangan raja dipublikasikan ke publik, masih perlu menunggu 120 hari agar RUU ini diresmikan.

Permasalahan yang saya bahas kali ini tentu tidak bisa kita abaikan. Bagaimana cara kita, terkhususnya generasi penerus bangsa untuk dapat lebih peka terhadap isu permasalahan ini, Berikut ini akan saya menjabarkan sebuah langkah yang besar, namun tentunya berdampak kepada perubahan kedepannya, mengenai bagaimana kacamata generasi ini dalam memahami isu-isu seperti ini:

  1. Biasakan untuk dapat membaca buku atau novel sehari, minimal 5 lembar
  2. Di samping itu, perlu juga membiasakan diri untuk dapat membaca berita yang terjadi hari ini, baik itu nasional maupun internasional
  3. Diperlukan penyaringan dan juga observasi yang mendalam terhadap salah satu berita yang tersebar di media sosial, jadi pokok dan inti dari sebuah berita dapat kita ketahui, tidak sekedar pokoknya saja. (Dimas Mamuraja, 2024)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *